
Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan dan Khaldoon Al Mubarak, pemilik dan chairman Manchester City, tak lagi bermuka masam. Keduanya menjadi lebih murah senyum sejak Manchester City meraih Piala FA musim 2010/2011, dengan mengalahkan Stoke City 1-0, dan mengakhiri musim di peringkat tiga klasemen Liga Primer. Investasi sekitar £1 miliar muai membuahkan hasil.
Musim depan, City akan berlaga di Liga Champions kali pertama. City of Manchester Stadium akan lebih 'membiru', dan tidak lagi inferior di hadapan sang tetangga; Manchester United. City sedang memutar jarum jam sejarah, yang membawanya kembali ke era keemasan di tahun 1960 dan 1970-an.
Dibanding dua musim sebelumnya, City relatif stabil sepanjang 2010/2011. Terutama di pekan-pekan terakhir musim. Dari enam laga terakhir, City hanya kalah sekali, yaitu ketika diempaskan Everton 2-1 di Goodison Park.
Tanpa bermaksud menihilkan kontribusi pemain lain, peran Carlos Tevez, Yaya Toure, dan David Silva, layak paling banyak diperbicangkan. Ketiganya menjadi ruh permainan, dan penentu sukses City di akhir musim.
1. Carlos Tevez | Striker
|

| Usia: | 27 |
| Penampilan: | 44 kali
|
| Gol/Assist: | 24/5
|
Kartu:
| 8 0
|
|
Bersama Dimitar Berbatov, Carlos Tevez adalah topscorer Liga Primer musim 2010/2011 dengan 20 gol. Ia menempatkan klub di peringkat ketiga lewat dua gol ke gawang Stoke pada pekan ke-37, yang membuat City tidak bisa lagi dikejar Tottenham Hotspurs.
Tevez tampil konsisten sejak pekan pertama, meski terus didera persoalan keluarga. Ia sempat meminta dijual, Januari 2011 lalu, karena ingin berkumpul dengan dua putrinya yang lebih suka tinggal di negara bernuansa latin; Italia atau Spanyol.
Namun Tevez tahu bagaimana bersikap profesional. Ia berupaya persoalan keluarga tidak mengganggu performanya di lapangan. Sesuatu yang tidak mudah, tapi Tevez bisa melakukannya.
Ia mencetak gol-gol penting, yang membuat City secara konsisten menjadi ancaman tim-tim mapan. Hanya cedera yang kerap membuatnya harus istirahat, atau tampil tak maksimal. Persoalan inilah yang membuatnya gagal melampaui koleksi gol Berbatov. |
|
2. David Silva | Gelandang
|

| Usia: | 25 |
| Penampilan: | 52 kali
|
| Gol/Assist: | 6/9
|
Kartu:
| 3 0
|
|
David Silva relatif tidak produktif mengoleksi gol, dengan hanya membukukan empat sepanjang musim 2010/2011. Namun ia paling kreatif membuka menerobos pertahanan lawan, dan membuka celah bagi rekan-rekannya.
Ia mengoleksi tujuh assist -- mengungguli Carlos Tevez, James Milner, dan Adam Johnson -- yang semuanya dimanfaatkan rekannya menjadi gol. Kemampuan dribbling-nya membuat Roberto Mancini bisa menempatkannya di mana saja, sesuai kebutuhan.
Silva mampu bermain sebagai striker konvensional, atau menjadi satu dari tiga penyerang yang bermain melebar. Atau, mengisi lubang di belakang striker.
Tubuhnya yang ringan membuatnya bisa berkelit dari tekanan fisik pemain lawan, dengan bola masih di kaki, dan mata menjangkau ke sudut-sudut terdekat sekelilingnya sebelum melepas umpan. Ia adalah pengumpan akurat bagi rekan-rekannya. |
|
3. Yaya Touré | Gelandang
|

| Usia: | 28 |
| Penampilan: | 50 kali
|
| Gol/Assist: | 10/6
|
Kartu:
| 4 0
|
|
Kepada siapa publik Manchester City harus berterima kasih seusai klub menerima trofi Piala FA? Yaya Toure.
Ia mengantar City ke final Piala FA kali pertama sejak 1981, lewat gol tunggal ke gawang Manchester United. Ia pula yang menempatkan City di podium juara Piala FA kali pertama sejak 1969, lewat gol tunggal ke gawang Stoke. Yaya seolah sedang menuliskan namanya di dalam daftar legenda Manchester City.
Yaya juga menjadi gelandang paling produktif mengoleksi gol untuk City. Ia mengemas delapan gol, mengungguli David Silva, Adam Johnson, bahkan lebih produktif dibanding Mario Balotelli. Namun, assist-nya terlalu sedikit, hanya empat.
Sejak meninggalkan ASEC Mimosas, sekolah sepakbola di Pantai Gading, Toure berkelana dari Beveren (Belgia), Metalurg Donetsk (Ukraina), Olympiakos (Yunani), Monaco (Prancis) dan menjadi kunci sukses Barcelona meraih trebel musim 2008/2009.
Yaya memiliki semua syarat sebagai gelandang bertahan; kekuatan, skill, dan penguasaan bola. Ia sering maju membantu serangan, dan cepat turun memperkuat pertahanan. |
|
Itulah daftar pemauin terbaik manchester city musim 2010/11
Sumber:goal.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar